Monday, December 25, 2023
Hilmi dan Dokter Hery
Paru-paru Nadya (bagian-2)
Hasil pemeriksaan dari dr. Amiruddin yang dilengkapi dengan pemeriksaan laboratorium membuat lega kami semua; Abi, Ummi, Nadya, dan adik-adiknya. Belum begitu yakin dengan hasil tersebut, Nadya dibawa ke dokter lain. Beberapa teman Ummi juga menyarankan demikian. Rabu, 18 Oktober 2023, berbekal rujukan dari dokter Puskesmas Tamangapa, Nadya dibawa ke RSUH, Poliklinik Paru-paru. Di poliklinik, Nadya diperiksa oleh dr. Moh. Arif Kurniawan Taufik.
Saturday, October 28, 2023
Paru-paru Nadya (bagian-1)
Jum'at siang itu, Ummi menelpon berkali-kali ke nomor HP Abi, tapi tidak dijawab karena Abi sedang mengajar di kampus. Selesai mengajar, Abi baru membuka HP. Abi membuka WA. Selain panggilan tidak terjawab, ternyata sudah ada beberapa chat Ummi disertai emoticon menangis. Nadya dibawa ke rumah sakit. Darah keluar dari mulutnya. Abi kaget dan langsung menelpon balik Ummi. Ummi menceritakan pembicaraannya dengan Sus Titin, petugas klinik MAN ICG yang sedang bertugas hari itu.
Tuesday, August 29, 2023
Nadya Ikut OSN Tahun 2023 di Bogor
Thursday, March 2, 2023
Typhus
Hari Pertama Bawa Motor ke Sekolah, Hilmi Pulang Bawa Luka
Akhirnya, Hilmi ke sekolah dengan bawa motor sendiri. Selasa, 28 Februari 2023 adalah hari pertama Hilmi ke sekolah dengan mengendarai sendiri motor. Cukup berani memang karena belum genap sebulan Hilmi belajar bawa motor. Keberanian Hilmi didukung oleh tekadnya yang besar untuk bisa segera mengikuti jejak teman-teman kelasnya yang kebanyakan sudah bawa motor ke sekolah.
Saturday, January 21, 2023
Punya Kamar Sendiri, Tidur Sendiri
Sweet-17th Denad
Monday, January 16, 2023
Belajar Bawa Motor
Saturday, January 14, 2023
Cerita Nadya
Saturday, January 7, 2023
Awal yang Baik
Setelah dinyatakan lulus sebagai calon siswa MAN 2 Makassar, Hilmi pun memutuskan untuk mendaftar ulang. Keputusan untuk merespon positif pengumuman kelulusannya di MAN 2 tersebut membuat Abi dan Ummi sangat kerepotan. Segalanya harus disiapkan dalam waktu singkat
Juara Lomba Pidato
Thursday, October 13, 2022
Nadya dan Rumah Sakit Gorontalo
Ini bukan kali pertama Nadya masuk rumah sakit di Gorontalo. Sejak meneruskan studi tingkat SLTA-nya di MAN Insan Cendekia Gorontalo Nadya sudah 2 kali masuk rumah sakit. Kali pertama karena positif Covid-19 tahun 2021 yang lalu dan harus diberi penanganan khusus di rumah sakit bersama 3 orang temannya yang lain. Tentu saja Nadya tidak didampingi oleh orangtua dan guru karena harus diisolasi. Puluhan orang temannya yang lain yang juga positif Covid-19 hanya diisolasi dalam lingkungan sekolah karena hanya mengalami gejala ringan.
Pekan lalu Nadya kembali harus berurusan dengan rumah sakit di Gorontalo setelah mendapat beberapa kali penanganan di klinik internal MAN ICG. Karena rasa sakit pada tangan kiri Nadya tidak kunjung membaik, maka Nadya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk untuk keperluan rontgen guna mengecek kondisi tulang pada tangan kirinya. Hasil rontgen pertama yang dilakukan pekan lalu tidak menunjukkan adanya patah atau keretakan pada tulang. Hari Senin pekan ini rontgen diulang untuk memastikan hasilnya. Alhamdulillaah, hasilnya sama. Rasa sakit juga sudah perlahan berkurang.
Semoga cepat sembuh, nak Nadya. Jaga diri baik-baik. Maaf kalau Abi dan Ummi tidak bisa menemani ke dokter.
Friday, October 7, 2022
Berlabuh di MAN 2 (model) Makassar
Berbeda dengan Nadya, kakaknya, pilihan Hilmi untuk melanjutkan sekolah setelah tamat dari SMPIT Ar Rahmah didasarkan pada pilihan teman-temannya. Kemana sebagian besar teman-teman akrabnya mendaftar, ke situ pula Hilmi ikut mendaftar. Akhirnya, Hilmi memutuskan untuk mendaftar lewat jalur reguler pada penerimaan siswa baru Madrasah Aliyah Negeri se-Makassar. MAN 2 adalah pilihannya. Alhamdulillaah, Hilmi dinyatakan LULUS.
Dua anak Abi dan Ummi akhirnya melanjutkan pendidikan level SLTA di Madrasah Aliyah Negeri. Jika Nadya menjemput impiannya di MAN IC Gorontalo, maka Hilmi memperluas pertemanan ke MAN 2 Makassar. Sama-sama sekolah dengan kualitas sangat baik, menurut penilaian kebanyakan orang. Tiap tahun, pendaftarnya sangat banyak. Bahkan ada siswa yang kurang beruntung (tidak lulus), tapi orang tuanya masih mencoba mencari jalan lain untuk masuk ke MAN 2 Makassar, meskipun harus "mengejar-ngejar" Kamad di tempat aktivitasnya. Paling tidak, itulah yang pernah dikisahkan oleh Kamad MAN 2 Makassar saat pertemuan dengan orang tua siswa yang baru diterima tahun ini.
Thursday, October 6, 2022
Delapan Tahun Aisyah
Aisyah tumbuh menjadi anak yang cerdas. Wajarlah ia punya nama belakang "Qonita" yang berasal dari bahasa Arab yang mengandung arti "cerdas". Diskusi-diskusi Abi, Ummi, dan Aisyah setiap melakukan perjalanan menggambarkan hal itu. Daya ingatnya kuat. Hampir semua yang dia peroleh melalui guru-gurunya di sekolah dia ingat dengan baik. Dia memang termasuk anak yang masuk kategori vusal-kinestetik. Hal itu sangat menunjang proses belajarnya. Tidak heran jika Aisyah lulus pada seleksi peserta Kelas Matematika, Kelas Sains, dan Kelas Turki (hafalan Al-Qur'an) di sekolahnya, meskipun ia baru kelas 3 SD. Kemarin, Aisyah mendapatkan predikat sebagai "Star of the month" di kelasnya. Itu adalah raihan untuk kedua kalinya setelah predikat yang sama ia peroleh bulan lalu.
Aisyah juga punya banyaj ide.Saat masih kelas 2, ia berinisiatif mengumpulkan uang jajan teman-temannya kemudian ke kanin sekolah membeli macam-macam jajanan untuk dimakan bersama dengan teman-temannya saat waktu istirahat tiba. Satu bulan belakangan ini, Aisyah mengajar 2 orang temannya untuk belajar berbisnis. Mereka patungan untuk mengumpulkan modal usaha dari uang jajan. Modal usaha itu dipakai untuk membeli barang jualan (dalam hal ini, stiker mini) yang banyak disukai oleh siswa-siswi lainnya. Mereka pun menawarkan dagangan mereka. Bukan hanya kepada sesama siswa kelas 3 atau pada adik kelas, tapi juga kepada kakak kelas. Keuntungan yang didapatkan dari hasil jualan itu digunakan sebagai modal berikutnya, sedangkan modal awal dikembalikan lagi, sehingga uang yang diputar setelah itu adalah dari keuntungan jualan yang pertama.
Sayangnya, Aisyah belum terlalu berani dalam pelajaran renang. Aisyah ikut ekskul renang di sekolahnya. Tiap hari Rabu (sore) dan Sabtu (pagi), Aisyah dan teman-teman ikut latihan renang di kolam renang Unhas. Teman-temannya mengalamai kemajuan yang cukup signifikan dalam pelajaran renangnya. Hanya Aisyah yang belum banyak perkembangan. Rasa takutnya masih terlalu besar. Selamat ulang tahun, Aisyah. Semoga Allah memberi keberkahan dalam hidup Aisyah dan senantiasa melimpahkan Rahmat-Nya, aamiin yaa Robbal 'aalamaiin...
Saturday, November 13, 2021
Menjemput Impian
Akhirnya Nadya dinyatakan lulus. Karena kondisi masa pandemi sudah kondusif untuk pelaksanaan tatap muka, seluruh siswa kelas X pun diminta untuk segera masuk. Nadya tiba di kampus MAN ICG pada hari Sabtu, 6 November 2021.
Saturday, September 11, 2021
Terpisah
Akhirnya virus Covid-19 mampir ke rumah kami. Abi yang lebih dulu kena. Demam, sakit kepala, batuk-batuk, dan nyeri sendi muncul sejak tanggal 21 Juli 2021. Esoknya, Ummi juga mengalami gejala ynag sama. Tanggal 26 Juli, Abi dan Ummi sudah tidak tahan dengan pengobatan di rumah. Tante Arni menjemput mereka untuk dibawa ke RS Haji Makassar. Sementara Nadya dan adik-adik dijemput oleh Tante Misnah dan Om Mus untuk dibawa ke rumah mereka di Tangnggalla karena Nadya dan adik-adik tidak mungkin tinggal bertiga saja di Madani Land. Nadya dan Hilmi sudah sering menginap di rumah sepupunya, sehingga sudah terbiasa tidak bersama Ummi dan Abi. Meskipun begitu, 12 hari terpisah dengan Ummi dan Abi tentu berbeda rasanya. Itu berat bagi mereka berdua. Yang paling merasa berat dengan situasi tersebut adalah Aisyah. Dia yang masih 6 tahun belum biasa pisah tidur dengan Ummi dan Abi. Kadang pisah tidur dengan Abi, tapi ada Ummi bersamanya. Atau sebaliknya, jika Ummi sedang keluar kota, Aisyah tidur dengan Abi. Ketika Ummi dan Abi harus opname di rumah sakit karena positif Covid-19, itu untuk pertama kalinya Aisyah terpisah dari keduanya. Aisyah sangat sedih.
Saturday, January 16, 2021
Hilmi Maulana Al-Hafizh
Hilmi masuk sebagai siswa baru di SMPIT Ar-Rahmah pada tahun 2019 lalu di kelas reguler. Pada awal semester II di kelas VII wali kelasnya merekomendasikan Hilmi untuk pindah ke kelas Tahfizh. Sang wali kelas melihat ada potensi dalam diri Hilmi untuk menjadi penghafal Al-Qur'an. Kemampuan membaca Al-Qur'an yang sudah cukup baik, jumlah hafalan saat masih SD yang memadai (3 juz), serta kecepatan dalam menghafal yang terbilang cepat adalah potensi yang terlihat dalam diri Hilmi untuk menjadi seorang calon hafizh.
Awalnya, Hilmi tidak berkenan pindah ke kelas Tahfizh. Wali kelas, Abi, dan Ummi sudah membujuknya berulang kali, tapi dia tetap ingin di kelas reguler. Janji Ummilah yang akhirnya membuat Hilmi "tergoda" untuk pindah. Ummi menjanjikan untuk membelikan sebuah HP jika Hilmi sudah berhasil menyelesaikan 10 juz saja. Kini, bukan hanya 10 juz yang berhasil Hilmi selesaikan. Hilmi bahkan sudah menuntaskan 30 juz dari Al-Qur'an.
Semoga hafalan 30 juz itu bisa terpelihara. Teruslah berinteraksi dengan Al-Qur'an, wahai Hilmi Al-Hafizh. Agenda Mutqin sudah menanti. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagimu untuk membaca dengan baik Al-Qur'an itu, menghafalkannya dengan mantap, serta bisa memahami isinya, dan mengamalkannya, aamiin yaa Robbal 'aalamiin ...
Friday, June 12, 2020
Merdeka Belajar
Proses pembelajaran Aisyah di rumah agak berbeda dengan proses pemelajaran yang dilalui oleh kedua kakaknya. Proses yang dimaksud khususnya pada pembelajaran membaca huruf latin, pembelajaran mengendara sepeda (tanpa roda bantu), dan pengembangan kosa kata. Aisyah lebih cepat mencapai target belajarnya dibandingkan kedua kakaknya dahulu. Dalam proses belajar membaca huruf latin, Aisyah diberi kebebasan lebih luas. Abi yang mengajarinya cuma memandu cara membaca. Misalnya, Abi mengarahkan untuk mengenal huruf vokal dahulu, kemudian mengenal konsonan. Setelah itu belajar suku kata dengan 2 huruf. Dalam prosesnya, kadangkala Aisyah meminta diajarkan huruf tertentu padahal belum sampai pada jadwal pembelajarannya, maka Abi cenderung mengikuti kemauan Aisyah. Abi juga memandu Aisyah untuk mengulang-ulang suku-suku kata yang sudah dipelajari, tapi kalau Aisyah meminta untuk diberi pelajaran huruf baru lagi, maka Abi menurutinya. Saat belajar naik sepeda, Aisyah yang memintanya, bukan Abi atau Ummi yang mengarahkan.
Sunday, June 7, 2020
Kedekatan Keluarga
Ini adalah cerita Aisyah pada awal bulan April yang lalu. Waktu itu, kebersamaan kami berlima (Abi, Ummi, Nadya, Hilmi, dan Aisyah) sejak "di rumah saja" sudah berlangsung selama 2 pekan. Malam itu, kami berkumpul sambil saling bercerita di teras rumah setelah makan malam. Cuaca sedang cerah.
Keluarga NHA













