Nadya, putri sulung kami,ternyata punya watak keras kepala (ngotot terhadap kemauannya). Kalau tidak sejalan dengan ummi atau abi, dia bersikeras untuk dituruti, apapun resikonya. Bahkan, Nadya rela dicubit sebagai konsekuensi dari sikap ngototnya itu.
Pada umumnya, ketika bangun pagi, hal pertama yang kita lakukan adalah ke kamar mandi untuk cuci muka (atau sekalian mandi), gosok gigi, dan buang air kecil. Yang terakhir ini biasanya malah menjadi 'kegiatan' pertama di kamar mandi ketika bangun pagi. Oleh Ummi atau Abi, Nadya dan Hilmi selalu diboyong ke kamar mandi untuk hal tersebut setiap pagi.
Kadang-kadang Nadya menurut saja, kadang-kadang juga pakai syarat (asal digendong, misalnya), tetapi sering juga tidak mau karena masih malas-malasan atau karena langsung ingin main. Khawatir Nadya menahan kencingnya, Abi/Ummi akan memaksa Nadya ke kamar mandi kalau alasannya karena mau main dulu. Kalau sudah begitu, Nadya akan ngotot dan berontak kalau digendong ke kamar mandi, apalagi kalau hanya sekedar disuruh ke kamar mandi sendiri (tanpa digendong).
Lain saat, Ummi menyiapkan sarapan buat Nadya sebelum berangkat ke sekolah. Nadya mau makan asal disuap. "Oke, tidak apa-apa", Ummi menyanggupi. Tapi seringkali Nadya ogah-ogahan makannya. Makanan yang di dalam mulutnya didiamkan saja, tidak dikunyah. kalau diberitahu bahwa Nadya bisa terlambat ke sekolah, biasanya tidak mempan. Diberitahu bahwa makanan yang tidak dikunyah di dalam mulut makin lama makin tidak enak rasanya, Nadya kadang merespon cukup baik, tapi kadang juga tidak bergeming. Bahkan diancam macam-macam pun Nadya tetap tidak mengunyah makanannya.
Apakah ini adalah sinyal bahwa Nadya punya watak keras? Entahlah, semoga tidak demikian adanya. Yang jelas, potensi itu sudah kelihatan. Ini harus segera disikapi dengan serius.
Monday, March 29, 2010
Nadya Berwatak Keras?
Lagi, Hilmi Buat Kejutan Ringan
Makin sering saja Hilmi membuat 'kejutan' ringan. Paling tidak, ada 2 point yang akan diungkapkan di sini. Hilmi pernah mengungkapkan kalimat berikut: "makasih ya...sudah dipinjamkan HPnya." Dia juga pernah meminta tolong pada Abi dengan cara yang simpatik.
Suatu malam, Hilmi ingin memain-mainkan HP Abi. Katanya mau memakai camera HP tersebut. "Mauka foto-foto Abi", alasannya meminjam. Setelah sekian lama menggunakan HP Abi, dia menyodorkan HP tersebut seraya berujar " makasih ya...sudah dipinjamkan HPnya."
Malam lainnya, kami sibuk denga kegiatan masing-masing di kamar kost kami. Nadya dan Hilmi sedang sibuk dengan mainannya sendiri-sendiri. Abi sedang mengerjakan tugas perkuliahan. Ummi sedang menyiapkan tempat tidur Nadya dan Hilmi. Sebuah kasur terbentang menutupi pintu yang menghubungkan kamar tidur dan dapur. Hilmi sudah bersiap ingin tidur. Dia mau mengembalikan mainannya di dalam kardus dekat dapur.
Ketika mau lewat, ada kasur yang menghalangi. Melihat Abi berada di dekat kardus mainannya, Hilmi memanggil Abi sambil menyodorkan mainan yang mau disimpannya. "Abi, tabe' simpankan mainanku."
*) tabe'=permisi (bahasa Makassar)
Wednesday, March 10, 2010
Hilmi Mulai Kritis
Kalau aku berdo’a
Kuangkat tanganku
Dengan suara lembut
Tidak berteriak
Berdo’a sungguh-sungguh agar dikabulkan
Segala permohonan
hamba yang beriman
Itulah penggalan lagu yang diajarkan di tempat ngaji Hilmi, Nadya, dan teman-teman mereka. Suatu sore, selepas ngaji, Hilmi bertanya pada ummi. “Koq berdo’anya teriak-teriak, Ummi? Katanya berdo’a harus dengan suara lembut.”
Pada saat yang lain, kami baru saja pulang dari bepergian. Saat itu langit malan sedang cerah. Bintang-bintang tampak menghiasi langit. Hilmi yang jalan beriringan dengan ummi lagi-lagi bertanya sambil menunjuk ke arah langit. “Itu yang menyala namanya apa, Mi?” tanyanya. “Itu namanya bintang”,jawab ummi singkat. ”Seperti lampunya langit di’?”
Lain waktu, kami makan siang bersama di rumah. Kebetulan beras yang dimasak ummi kualitasnya rendah. Ketika Hilmi mulai makan, dia berkomentar: “Kenapa nasinya lembek, Ummi? Ummi ndak tau masak, ya?”
Demikian halnya ketika - seperti biasanya - Hilmi menunggu Nadya yang sedang belajar di PAUD Syakura Kids. Hilmi & Ummi menemani dan menunggu Nadya hingga selesai belajar. Berhubung akan ada pagelaran/lomba antar siswa PAUD se Depok, Nadya & teman-teman diikutkan lomba menari. Tiap senin, selepas belajar, Nadya & teman-teman diberi porsi latihan oleh ibu guru. Suatu hari, Hilmi ikut menyaksikan latihan itu. Melihat Nadya yang tidak serlalu semangat gerakan tarinya, Hilmi berkomentar, "Loyo kakak".
Tuesday, February 23, 2010
Nanti Allah yang Sembuhkan
Orangtua seringkali dibuat 'surprise' oleh anak-anaknya, terutama saat mereka masih dalam usia emasnya (usia di bawah 5 tahun). Surprise itu bisa timbul dari ucapan mereka atau dari perilaku mereka. Kemarin, Hilmi kembali mengejutkan umminya.
Setelah mengantar kakaknya ke sekolah, Hilmi dan Ummi pulang ke rumah. Di perjalanan, Hilmi terjatuh. Kakinya terkilir. Baju dan celananya kotor karena debu.
Setibanya di rumah, Ummi membawa Hilmi ke kamar mandi untuk mencuci kakinya serta membersihkan debu yang melekat di sekitar bagian yang terkilir. Hilmi meringis karena kakinya terasa perih kena air.
Ummi lalu menawarkan Hilmi untuk mengoleskan minyak gosok pada kaki yang terkilir tersebut, tapi Hilmi menolak dengan tegas. "Tidak usah, Ummi",serunya menolak. Ummi terus mengulang-ulang tawarannya pada Hilmi. "Biar cepat sembuh,Nak. Kasi minyak gosok ya? Sedikit saja", bujuk Ummi. Tiap kali Ummi menawarkan, Hilmi selalu menolak hingga keluar seuntai 'mutiara' dari ucapannya (meskipun itu adalah bagian dari 'usahanya' untuk menolak diberi minyak gosok). "Biarkan saja lukanya, Ummi. Tidak usah dikasi minyak gosok. nanti Allah yang sembuhkan". Subhaanallaah....
Monday, February 15, 2010
Lagu-lagu
Sudah banyak lagu baru yang dipelajari oleh Nadya & Hilmi di tempat ngaji dan di sekolah Nadya (PAUD Syakura). Semuanya lagu yang bermuatan pendidikan sekaligus hiburan. Ada lagu tentang 'cara berdoa', lagu tentang 'sholat 5 waktu', lagu 'sampai jumpa', dan lain-lain. Iramanya macam-macam. Di antaranya, ada yang diadopsi dari lagu betawi.
Lagu-1: sampai jumpa ngaji
Ilal-liqo’ (2x)
Sampai berjumpa lagi
Kita bertemu karena Allah
Kita berpisah karena Allah
Kita bertemu karena Allah
Kita berpisah karena Allah
Ilal-liqo’ (2x)
Sampai berjumpa lagi, insya Allah
Buat apa susah (2x)
Susah itu tak ada gunanya
Buat apa susah (2x)
Ngaji itu banyak pahalanya
Lagu-2: betawi ngaji
Ketika aku masih kecil
Kutak tahu apa itu al-qur’an
Kubuka-bu..ka (2x)
Tak tahunya, eh,eh…
Asyik juga
Sekarang aku sudah besar
Kutahu apa itu al-qur’an
Kubaca-ba..ca (2x)
Tak tahunya, eh,eh…
Asyik juga
Lagu-3: sholat wajib ngaji
Tak lupa tugasku setiap hari
Sembahyang wajibku yang lima kali
Subuh, dhuhur, ashar…
Maghrib & isya…
Tak mungkin aku lupa
Selama-lamanya
Lagu-4: berdo’a ngaji
Kalau aku berdo’a
Kuangkat tanganku
Dengan suara lembut
Tidak berteriak
Berdo’a sungguh-sungguh agar dikabulkan
Segala permohonan
hamba yang beriman
Lagu-5: suara mobil PAUD Syakura-Kids
Din…din…din…
Suara mobilku
Dot..dot..dot…
Suara mobilmu
Din-din-dot-dot…(2x)
Suara semua
Keluarga NHA